14.8.08

Have to let it go


Apa begini rasanya kalau mau pergi..

Menyudahi segala yang ada. Perjuangan, kebersamaan, kesusahan, kegilaan, kesepian, kemandirian, pertemanan. Sgala yang pernah terbangun atau baru saja akan dimulai. Mengikhlaskan mimpi-mimpi yang pernah kubangun...

Toh aku juga pernah pergi, meninggalkan...Tapi ini beda. Iya, ketakutan bahwa disana nanti aku sendiri lagi...Have no place to go. Apakah segalanya akan lebih baik disana, apakah aku masih bisa bermimpi lagi.

Aku, tidak pernah begitu menyangka bahwa aku begitu mencintainya
Aku, tidak pernah tau bahwa meninggalkan juga sama beratnya dengan ditinggalkan
Aku, berdoa semoga kita bisa bertemu lagi
Aku, benar-benar tidak pernah menyangka bahwa aku betah
Aku..., Aku..., Aku..., ingin mengucap terima kasih atas kebahagian dariNya


Aku,
have to let it go...

6.8.08

Pamitan



Kemarin aku sudah mulai berpamitan pada beberapa orang yang membantu hari-hariku di Canberra, entah masalah kuliah atau pekerjaan. Hari ini aku menemui seorang dosen, seseorang yang lebih seperti ibuku, yang membantu langkahku yang tertatih-tatih karna buta sama sekali tentang Accounting, yang karnanya aku bertahan mengambil subjek Accounting padahal aku membencinya.

Ada sedikit rasa sedih dihatiku, takut kehilangan atas apa yang sudah kutempuh selama aku disini, tidak siap menghadapi fase hidupku selanjutnya yang justru lebih nyata. Ada keengganan untuk mengucap tinggal pada apa yang telah kubangun, segala kehangatan, dan mendapati bahwa ternyata aku tidak sendiri. Terlebih, aku dihargai.

Aku yang sangat skeptis pada hidup, akhirnya sedikit paham bahwa hidup tidak melulu tentang "sulit". Aku yang sangat sinis pada sekeliling, akhirnya belajar untuk menghargai diri sendiri. Aku yang tidak pernah bermimpi, akhirnya ingin sekali membangun mimpi. Aku, tidak pernah menyangka bahwa aku layak untuk dihargai.


Aku, masih ingin disini lebih lama...