
Kemarin aku sudah mulai berpamitan pada beberapa orang yang membantu hari-hariku di Canberra, entah masalah kuliah atau pekerjaan. Hari ini aku menemui seorang dosen, seseorang yang lebih seperti ibuku, yang membantu langkahku yang tertatih-tatih karna buta sama sekali tentang Accounting, yang karnanya aku bertahan mengambil subjek Accounting padahal aku membencinya.
Ada sedikit rasa sedih dihatiku, takut kehilangan atas apa yang sudah kutempuh selama aku disini, tidak siap menghadapi fase hidupku selanjutnya yang justru lebih nyata. Ada keengganan untuk mengucap tinggal pada apa yang telah kubangun, segala kehangatan, dan mendapati bahwa ternyata aku tidak sendiri. Terlebih, aku dihargai.
Aku yang sangat skeptis pada hidup, akhirnya sedikit paham bahwa hidup tidak melulu tentang "sulit". Aku yang sangat sinis pada sekeliling, akhirnya belajar untuk menghargai diri sendiri. Aku yang tidak pernah bermimpi, akhirnya ingin sekali membangun mimpi. Aku, tidak pernah menyangka bahwa aku layak untuk dihargai.
Aku, masih ingin disini lebih lama...

1 comments:
Don't worry honey, you'll be fine where ever you are.
Nice to have you as my friend in the past few years and I hope it will stay that way always
Post a Comment